Langsung ke konten utama

Asep "Pindahkan" Rumah Ini Sejauh 200 Meter

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Senang dan gembira, itulah yang dirasakan Asep (32) warga Desa Kulur Ilir. Setelah bertahun-tahun menumpang di rumah mertuanya. Akhirnya laki-laki yang kesehariannya sebagai petani ini, dapat memiliki rumah sendiri.

Namun, untuk mendapatkan rumah, Asep yang beprofesi sebagai petani ini, terbilang unik dan langka. Pasalnya, rumah yang akan ditempati bersama anak dan istrinya ini, selain dibeli dengan harga Rp 4 Juta dari Laila Kandi (32), Asep juga harus memindahkan rumah tersebut.

Hal itu dilakukan karena tak lagi memiliki biaya dan tanggung untuk membongkar rumah yang dibeli, apalagi jarak hanya sekitar 200 meter, akhirnya Asep memutuskan untuk memindahkan rumah tersebut, ke lahan miliknya, tepat disamping rumah mertuanya dengan cara mengangkut rumah tersebut.

Untuk mengangkat rumah tersebut, Asep tidak sendirian. Dengan semangat gotong royong antara sesama dengan dikoordinir Kades Kulur Ilir, Hasbulah serta dibantu anggota Bhabin dari Polsek Lubuk Besar yang ada di Desa Kulur Ilir, Kulur dan Belimbing, rumah yang panggung yang terbuat dari kayu dan papan berukuran 8x12 meter ini akhirnya berhasil dipindahkan.

Kapolsek Lubuk Besar, Iptu Tri Wibowo seizin Kapolres Bateng, AKBP M Setyobudi, Minggu (27/01/2013) yang turut serta memindahkan rumah mengakui, pemindahan rumah ini, merupakan hal unik dan pertama kali yang terjadi.

"Iya, Jumat (25/1/2013) lalu, anggota kita membantu, pemindahan rumah pak Asep di Desa Kulur Ilir," ujarnya

Dikatakan Tri, disinilan peran anggota Bhabin yang ditempatkan di desa-desa, untuk membantu masyarakat. Anggota Bhabin harus dapat membaur dengan masyarakat.

"Jadi fungsi anggota Bhabin itu, dapat membantu semua permasalahan di masyarakat, salah satunya dengan gotong royong seperti itu," imbuhnya.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peralatan bedah mengerikan jaman dulu

Amputation Knife (1700s)   Pisau ini digunakan untuk amputasi pada abad ke-18, bentuk yang melengkung dikarenakan ahli bedah pada waktu itu cenderung membuat potongan melingkar melalui kulit dan otot sebelum  tulang  dipotong dengan gergaji. Amputation Saw (1600s)  Gergaji ini dibuat dengan ukiran ukiran yang rumit, dan hal ini dapat menyebabkan tempat berkembang biak bagi kuman. Arrow Remover (1500s)  Tidak banyak yang diketahui tentang alat ini ,  tetapi dari bentuknya dapat diketahui kalau alat ini digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam luka dan mengangkat sesuatu dari luka tersebut, dan bagian pinggir yang berbentuk gunting adalah untuk membuka area luka lebih lebar.    Artificial Leech (1800s)  Alat ini digunakan untuk menyedot darah  Pisau yang berada di tengah dan dapat diputar digunakan untuk memotong luka di kulit pasien, sedangkan tabung silinder akan digunakan untuk menghasilkan udara vakum dan dapat menyedot darah.  ...

Comic 8 - Official Trailer

badan putus tetap hidup

Badan putus dua tapi masih hidup setelah TERLINDAS keretapi [video]   Ini kisah benar. Lelaki malang ini berusia 24 tahun, KORBAN dilaporkan terjatuh dari footboard keretapi dan kejadian ngeri ini di Sri Langka, pada 17 Mac 2012. Saksikan..